Menu MBG Batuputih Diklarifikasi, Pihak SPPG Pastikan Evaluasi Bersama Yayasan 

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagai bentuk tanggung jawab, Fawaid menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan penerima manfaat atas kejadian tersebut. “Kami menyampaikan permohonan maaf bila terjadi seperti itu. Saya sudah mengklarifikasi ke pihak sekolah dan kami sudah menggantinya,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih adanya beberapa bahan yang menjadi perhatian setelah distribusi berlangsung. Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai standar pengawasan internal yayasan, terutama terkait kualitas bahan pangan yang langsung dikonsumsi peserta program MBG.

Baca Juga :  Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap

Fawaid menambahkan bahwa pengadaan barang saat ini sepenuhnya ditangani oleh yayasan. “Pengadaan barang saat ini di-handle oleh yayasan, kami sudah mengawasi barang yang datang tetapi ada beberapa barang,” katanya, tanpa merinci lebih jauh jenis bahan yang dimaksud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini menempatkan Yayasan Alif Batuputih pada posisi krusial sebagai pihak yang bertanggung jawab atas rantai pasok bahan makanan. Peran ganda sebagai pengelola sekaligus supplier dinilai memperbesar tuntutan transparansi, terutama ketika temuan ulat pada menu MBG memicu keresahan penerima manfaat.

Baca Juga :  Bantuan Handtraktor Poktan Surya Tani Diduga Raib, Warga: Tak Pernah Dipakai Sejak 2021

Publik kini menunggu langkah konkret dari pihak yayasan, baik berupa evaluasi sistem pengadaan maupun peningkatan standar kontrol kualitas. Sebab, kasus ini bukan sekadar persoalan teknis dapur, tetapi menyangkut akuntabilitas pengelolaan program yang bersentuhan langsung dengan kesehatan dan kepercayaan masyarakat.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Jumat, 24 April 2026 - 15:26 WIB

Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep

Berita Terbaru