Pasca Kepala SPPG Rubaru Dinilai Cari Pencitraan, Wali Murid Keluhkan Makanan Basi hingga Kekhawatiran Anak Jadi “Uji Coba”

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masalah lain yang turut disorot adalah ketidaksesuaian antara porsi makanan yang dipublikasikan di media sosial dengan yang benar-benar diterima siswa di sekolah. Bahkan, porsi dinilai disamaratakan tanpa mempertimbangkan perbedaan jenjang pendidikan.

“Porsinya nasi kuning tidak sesuai dengan yang ada di medsosnya. Masak porsi yang dihidangkan disamaratakan dari MI sampai MA? Saya tahu betul karena anak saya menerima tiap hari,” ungkap Imam MR seorang wali murid diwawancarai, Senin (26/1/2026).

Baca Juga :  Kapan Akan Dilakukan Penindakan? Mr. Ball Diduga Jadi Tempat Pesta Miras, Pemkab dan DPRD Sumenep Dinilai Hanya Fokus Pencitraan 

Menariknya, para wali murid menegaskan bahwa biaya bukanlah persoalan utama. Mereka menyatakan lebih memilih membayar, selama keselamatan dan kualitas makanan anak-anak benar-benar terjamin.

“Jujur, lebih baik makan bayar, yang penting anak-anak selamat dari hal yang tidak diinginkan” tulis wali murid lainnya.

Situasi ini memperlihatkan jurang yang mencolok antara narasi pemberitaan yang sarat apresiasi dan realitas yang dirasakan langsung oleh wali murid. Pemberitaan sepihak yang hanya menonjolkan sisi positif dinilai berpotensi menyesatkan opini publik dan menutup ruang kritik yang sah.

Baca Juga :  SPPG Lenteng Timur 3 Diduga Terus Menerobos Aturan BGN, Kepala SPPI Korwil Sumenep Memilih Bungkam

Dalam persoalan yang menyangkut kesehatan dan keselamatan anak, suara wali murid bukan sekadar pelengkap, melainkan alarm sosial yang seharusnya ditanggapi secara serius, bukan ditutupi dengan pencitraan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dan terbuka dari pihak pengelola SPPG Rubaru terkait dugaan makanan basi, prosedur perubahan menu, standar uji kelayakan pangan, maupun mekanisme pengawasan mutu.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru