Jadi Tamparan Keras bagi Kepala SPPG Legung Barat, Siswa Selipkan Surat di Ompreng Menyoal Menu MBG Telur Puyuh Busuk

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Legung Barat kembali menjadi sorotan tajam setelah salah satu siswa melayangkan surat kepada kepala SPPG Legung Barat Yayasan At-atta’awun. Surat tersebut berisi kritik keras atas realisasi menu MBG yang diduga tidak layak konsumsi karena sebagian telur puyuh yang dibagikan disebut dalam kondisi busuk, Sabtu (7/2/2026).

Dalam isi surat yang beredar, pihak sekolah menyampaikan keluhan secara tegas kepada penanggung jawab program. “Kepada yang terhormat kepala MBG. Telur puyuhnya sebagian ada yang busuk, tolong diperhatikan,” tulis salah satu isi surat tersebut.

Baca Juga :  Menunggu 3 Jam, Konferensi Pers Kapolda Jatim Mengundang Kekecewaan Jurnalis Sumenep

Tidak hanya itu, suara keberatan juga datang dari siswa penerima manfaat. Dalam pesan sederhana namun menyentil, seorang siswa menulis, “Saya tidak mau telur busuk. Terimakasih salam kelas 5.”

Surat tersebut menjadi pukulan keras bagi pihak SPPG Legung Barat yang dinilai kurang maksimal dalam memastikan kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada siswa. Program MBG yang seharusnya menjadi simbol perhatian terhadap gizi anak sekolah justru dipertanyakan integritas pelaksanaannya ketika dugaan makanan tidak layak konsumsi muncul.

Baca Juga :  Beroperasi Tanpa Kelengkapan Sertifikasi, SPPG Lenteng Timur 3 Dipertanyakan: Ini Program Negara atau Uji Coba?

Sejumlah pihak menilai, persoalan ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan menyangkut tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga keamanan pangan bagi anak-anak. Pengawasan bahan makanan, proses penyimpanan, hingga distribusi seharusnya dilakukan dengan standar ketat untuk mencegah risiko kesehatan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari kepala SPPG Legung Barat maupun pihak Yayasan At-atta’awun terkait isi surat tersebut. Publik kini menunggu klarifikasi terbuka serta langkah evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak kembali terjadi dan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG dapat dipulihkan.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru