Alih-alih Bergizi, Menu MBG Saronggi Dituding Membahayakan Kesehatan Anak

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Saronggi menuai kecaman keras dari wali murid. Alih-alih memberi asupan bergizi, menu yang dibagikan justru dinilai asal-asalan, tidak layak konsumsi, dan mencerminkan kelalaian serius dalam pengelolaan pangan anak sekolah.

Kekecewaan wali murid tumpah ruah di kolom komentar media sosial. Menu yang terdiri dari nasi, telur ceplok, sayur seadanya, dan buah pisang menjadi sasaran kritik karena dianggap jauh dari standar gizi dan kualitas.

Salah satu wali murid menuliskan dengan nada sinis:

Iya pantessan tak ekakan onggu, mana ghun telor ceplok ben kacang panjang 2 kerra. (iya pantesan tidak tidak dimakan beneran, kalau cuman telor ceplok dan kacang panjang dua potong, red ,” ujarnya.

Komentar tersebut menyiratkan bahwa menu tersebut bahkan tidak pantas dimakan, apalagi disajikan untuk anak-anak.

Keluhan tidak berhenti pada soal menu yang miskin gizi. Ada tudingan yang jauh lebih serius terkait kualitas dan keamanan makanan. Seorang wali murid mengungkapkan pengalaman pahit pada hari pertama pelaksanaan MBG:

Baca Juga :  Menu MBG Batuputih Diklarifikasi, Pihak SPPG Pastikan Evaluasi Bersama Yayasan 

“Pas MBG hari pertama menu burger, tomatnya ada yang busuk dan nugget nya basi,” ucapnya

Pernyataan ini memicu kemarahan warganet, karena menunjukkan dugaan kelalaian fatal dalam pengawasan bahan makanan. Jika benar, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan selera, melainkan sudah menyangkut keselamatan dan kesehatan siswa.

Foto menu yang dibagikan di kolom komentar semakin memperkuat tudingan bahwa MBG dikelola tanpa standar yang jelas. Banyak wali murid mempertanyakan bagaimana makanan dengan kualitas dipertanyakan bisa lolos hingga dibagikan ke anak-anak di sekolah.

Berita Terkait

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:01 WIB

SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Berita Terbaru

Opini

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:57 WIB