Pasca Telusuri Kasus MBG di Saronggi, Jurnalis Klaim Ada Indikasi Dugaan Pembungkaman

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 23:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatim Kita – Kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, kian memanas dan menjadi sorotan publik.

Insiden yang menimpa sejumlah siswa SDN Juluk II tidak hanya menyisakan persoalan kesehatan, tetapi juga memunculkan indikasi adanya upaya intervensi terhadap kerja jurnalistik yang tengah mengungkap kasus tersebut.

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG yang dipasok oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang, yang dikelola Yayasan Syita Ananta. Beberapa korban bahkan harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Rencanakan Anggaran Pilkada 2029 Sebesar Rp 75 Miliyar

Di tengah upaya penggalian informasi, transparansi justru dipertanyakan. Saat sejumlah jurnalis mendatangi dapur SPPG Talang untuk melakukan konfirmasi, pihak penanggung jawab utama tidak berada di lokasi.

Jurnalis Jatim Kita, Ahmad Syarif Hidayatullah, menyebut dirinya bersama awak media lain hanya ditemui oleh sejumlah staf, seperti ahli gizi, akuntan, dan petugas keamanan.

Baca Juga :  Sapa Warga Sumenep di Pantai Slopeng, Khofifah Hadirkan Bantuan Sosial dan Layanan Gratis

“Kami datang untuk meminta klarifikasi secara terbuka, tetapi kepala SPPG tidak ada di tempat,” ujarnya, Rabu (14/4/2026).

Situasi kian janggal ketika, menjelang para jurnalis meninggalkan lokasi, seorang asisten lapangan tiba-tiba muncul dan diduga menyodorkan sejumlah uang dengan dalih ‘uang bensin’.

“Sekitar pukul 09.30 WIB, saat kami hendak pulang, asisten itu langsung mengambil uang dan mencoba memberikannya kepada kami. Alasannya uang bensin, namun kami tegas menolak,” ungkapnya.

Berita Terkait

IWO Sumenep Ajak Wartawan dan Mahasiswa Jaga Etika di Tengah Pesatnya Perkembangan AI
Dari Prosesi Arya Wiraraja hingga Musik Tong-Tong, Sumenep Teguhkan Identitas Budaya di KEN 2026
Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Sinergi Pemkab dan DPRD untuk Kemajuan Sumenep
Doakan Sumenep Makin Sejahtera, Bupati Ajak ASN hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah
Pemkab Sumenep Rencanakan Anggaran Pilkada 2029 Sebesar Rp 75 Miliyar
Bupati Fauzi Terbitkan Surat Edaran Jelang Festival Tong-Tong KEN 2026
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri
Program GEMILANG SKK Migas–KEI di Pagerungan Tuai Apresiasi, Guru Kepulauan Didorong Tingkatkan Kompetensi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:57 WIB

IWO Sumenep Ajak Wartawan dan Mahasiswa Jaga Etika di Tengah Pesatnya Perkembangan AI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Sinergi Pemkab dan DPRD untuk Kemajuan Sumenep

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Doakan Sumenep Makin Sejahtera, Bupati Ajak ASN hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Pemkab Sumenep Rencanakan Anggaran Pilkada 2029 Sebesar Rp 75 Miliyar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Bupati Fauzi Terbitkan Surat Edaran Jelang Festival Tong-Tong KEN 2026

Berita Terbaru