Janji Perbaikan MBG SPPG Pakamban Laok 2 Dipertanyakan, Guru Sebut Menu Kembali Tak Karuan

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Kontroversi pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di RA Hidayatut Thalibin (RA HT), Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, kembali mencuat. Setelah sebelumnya menu sempat diperbaiki usai ramai diberitakan, sejumlah guru kini menilai kualitas makanan kembali menurun dan jauh dari standar yang diharapkan.

Program yang disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 dan dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi itu sebelumnya menuai penolakan wali murid. Bahkan, beberapa guru dan siswa dilaporkan mengalami diare yang diduga berkaitan dengan ayam bakar yang kurang matang.

Baca Juga :  Sidak Satgas MBG Sumenep Bongkar Fakta: Pengelolaan Sampah dan IPAL di 4 SPPG Diduga Tak Sesuai Juknis

Menanggapi polemik tersebut, pihak yayasan mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur produksi MBG. Ketua Yayasan Bumi Asfan Abadi menyatakan pihaknya langsung menggelar rapat internal begitu menerima laporan keluhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kabar tersebut langsung kami tindak lanjuti dengan rapat dan evaluasi di dapur,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/2/2026).

Pihak pengelola juga sempat mengganti menu yang sebelumnya diprotes wali murid. Namun, perbaikan itu disebut tidak berlangsung lama. Sejumlah guru menilai perubahan kualitas makanan hanya terjadi ketika kasus sedang menjadi sorotan publik.

Baca Juga :  Pemerintah Tutup Sementara SPPG Bermasalah, Keselamatan Anak Jadi Prioritas Utama

“Waktu ramai diberitakan, menunya memang lebih baik. Tapi setelah situasi reda, kembali seperti sebelumnya,” ungkap seorang guru berinisial A.

Ia juga menyoroti ukuran porsi yang dinilai semakin kecil. Potongan ayam dan tempe disebut tidak sesuai dengan standar menu MBG yang semestinya telah ditentukan.

“Saya heran, potongan lauk makin kecil. Padahal setahu saya ukuran menu sudah ada aturannya,” katanya.

Berita Terkait

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:01 WIB

SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Berita Terbaru

Opini

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:57 WIB