Sumenep, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berada di bawah sorotan tajam. Sebuah video yang menunjukkan makanan MBG di MTsN Saronggi dibiarkan utuh dan tidak disentuh oleh para siswa memicu gelombang kritik dari publik.
Dalam video yang beredar, seorang guru tampak mengemas ulang porsi makanan yang tidak tersentuh terdiri dari nasi, olahan telur, tempe, sayur, dan satu buah pisang. Hampir semua komponen lauk dibiarkan utuh oleh siswa; hanya pisang yang terlihat diambil sebagian kecil dari mereka.
“Kalau seperti ini, mubadzir. Telurnya hambar, anak-anak tidak mau makan, hanya pisangnya yang diambil,” keluh guru tersebut sembari memperlihatkan tumpukan makanan yang kembali masuk ke wadah.
Pengirim video melalui WhatsApp bahkan menguatkan situasi tersebut. “Epabeli ben siswa tadhek se ekakana, tak loang sakale (Dikembalikan siswa, tidak dimakan sama sekali, red),” ujarnya.
Dari penelusuran awal, sejumlah siswa menilai rasa lauk kurang sedap, menu terkesan seadanya, serta penyajian yang dinilai kurang layak. Faktor inilah yang diduga menjadi pemicu utama penolakan massal terhadap hidangan MBG hari itu.
Kejadian ini mempertegas kritik masyarakat terhadap kualitas pengelolaan MBG, khususnya terkait standar rasa, standar gizi, kebersihan dapur, hingga tata kelola distribusi. Publik mempertanyakan bagaimana makanan yang seharusnya menopang gizi pelajar justru berakhir menjadi tumpukan sisa yang mubazir, padahal program tersebut dibiayai APBN dengan anggaran yang tidak kecil.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









