Praktik Gelap Oknum Petugas Diduga Meminta Komisi Rp500 Ribu, Kadinsos Sumenep Perintah Klarifikasi 

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025 - 19:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Dugaan adanya permintaan komisi dalam penyaluran Program Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP JAWARA) dan Program Jatim Puspa di Kabupaten Sumenep semakin mencuat. Meski mekanisme resmi menyebutkan bantuan disalurkan langsung ke rekening penerima tanpa potongan, pengakuan salah satu penerima bantuan justru menunjukkan praktik berbeda di lapangan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Mustangin, menegaskan bahwa secara mekanisme, bantuan modal usaha kecil yang bersumber dari Program KIP JAWARA dan Program Jatim Puspa ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat.

Baca Juga :  Terbongkar! Oknum Debt Collector Diduga Gadaikan Motor Warga demi Uang “86” Rp 3 Juta

“Bantuan modal usaha kecil itu dananya langsung masuk ke rekening penerima. Jadi penerima langsung bisa mencairkan sendiri,” kata Mustangin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 penyaluran bantuan dari Program KIP JAWARA dan Program Jatim Puspa dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, jumlah penerima manfaat semula direncanakan sebanyak 70 orang. Namun, dalam realisasi penyaluran pada 16 Desember 2025, jumlah penerima meningkat menjadi 100 orang.

Baca Juga :  Mahasiswa Nilai Pilkada Tidak Langsung Berpotensi Pangkas Hak Politik Rakyat

“Perbedaan jumlah penerima itu berdasarkan hasil verifikasi dan kebijakan pemerintah provinsi sebagai pihak yang menindaklanjuti usulan,” jelasnya.

Mustangin menegaskan bahwa Dinas Sosial Kabupaten Sumenep hanya berperan dalam mengusulkan calon penerima bantuan, sedangkan kewenangan penetapan penerima dan tindak lanjut program sepenuhnya berada di pemerintah provinsi.

“Kalau ada permintaan komisi, itu bukan ranah kami. Kami hanya bisa menegur,” ujarnya.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru