Modus Akun Jualan Sinte, Remaja 16 Tahun di Garut Diduga Diperalat

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 3 April 2026 - 05:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, Jatimkita.id – Seorang remaja berinisial A (16), warga Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut, diduga menjadi korban dalam praktik bisnis ilegal tembakau sintetis (sinte). Kasus ini mengungkap potensi eksploitasi anak di bawah umur dalam jaringan peredaran zat terlarang yang kian menyasar kalangan muda.

Peristiwa bermula saat A diajak bekerja sama oleh seorang pria berinisial R, yang mengaku berasal dari wilayah Paledang. R menawarkan akses akun penjualan untuk menjalankan bisnis tembakau sintetis secara daring.

Namun alih-alih berjalan lancar, situasi justru berbalik. R menuduh A telah mencuri akun tersebut. Dalam kondisi tertekan dan diliputi rasa takut, A akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp900.000 kepada R sebagai bentuk “penggantian”.

Baca Juga :  Menu Dinilai Minim Gizi dan Tak Layak, Wali Murid RA HT Sumenep Tolak Program MBG

Tak berhenti di situ, A yang merasa terintimidasi memilih mengembalikan akun tersebut. Ironisnya, dana yang telah ia keluarkan baik untuk membeli akun maupun modal usaha tidak pernah dikembalikan.

Kasus ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik eksploitasi terhadap anak di bawah umur. A, yang masih berusia 16 tahun, diduga dimanfaatkan untuk menjalankan aktivitas ilegal. Sementara R, yang disebut telah dewasa, justru memosisikan diri sebagai pihak yang dirugikan dengan melontarkan tuduhan pencurian, meski A berada dalam posisi rentan secara hukum dan psikologis.

Baca Juga :  Di Balik Dalih “Evaluasi”, SPPG Pakamban Laok 2 Ternyata Disuspend BGN

Dalam perkembangan informasi yang beredar, R juga disebut-sebut menuding pihak lain berinisial B sebagai sosok yang memiliki peran lebih jauh dalam aktivitas tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya saling lempar tanggung jawab di antara pihak-pihak yang terlibat. Namun, seluruh klaim tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dan belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru