Pelanggaran yang terjadi berulang semakin memperkuat urgensi dilakukan evaluasi serius terhadap kelayakan operasional SPPG tersebut.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa lemahnya pengawasan dapat berujung pada risiko nyata bagi kesehatan siswa. Makanan yang telah membusuk berpotensi menyebabkan keracunan hingga gangguan kesehatan lainnya.
Program MBG yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi justru berisiko berubah menjadi ancaman jika standar tidak ditegakkan secara konsisten.
Permintaan maaf dan penggantian menu tidak cukup untuk menutup pelanggaran yang telah terjadi berulang. Dibutuhkan tindakan tegas, pengawasan ketat, serta komitmen penuh terhadap standar keamanan pangan.
Jika makanan busuk masih bisa didistribusikan ke siswa, maka yang patut dipertanyakan bukan hanya dapurnya melainkan juga sistem pengawasannya secara keseluruhan.









