Menu MBG Basi Lolos Distribusi di Meja Siswa, SPPG Ganding Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU Dinilai Abaikan Standar Negara

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 7 April 2026 - 20:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ganding kembali menuai sorotan keras. Kali ini, bukan sekadar keluhan, tetapi penolakan langsung dari siswa terhadap makanan yang didistribusikan oleh SPPG Ganding di bawah Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU, Selasa (7/4/2026).

Ironisnya, kejadian ini mencuat pasca Tim Satgas MBG Kabupaten Sumenep melakukan sidak beberapa hari lalu, yang seharusnya menjadi momentum evaluasi dan perbaikan. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya SPPG Ganding di bawah Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU masih diduga mendistribusikan makanan yang tidak layak konsumsi.

Baca Juga :  Diduga Lalai dan Kejar Untung, Menu MBG SPPG Jambu Dikecam Wali Murid

Fakta di lapangan menunjukkan makanan yang seharusnya dikonsumsi justru dikembalikan oleh siswa. “Ini di Sumber Padang, telurnya basi. Menunya siswa dikembalikan,” ujar salah satu guru.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan temuan lain yang menunjukkan persoalan tidak terjadi pada satu item saja.

“Evaluasi bukan hanya acar saja yang sampai ke Sumber Padang yang basi. Ini punya siswa yang dikembalikan, gara-gara telurnya ada yang basi juga, telurnya banyak yang basi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Menu MBG SPPG Darul Arqom Diduga Busuk Lolos Distribusi, Warga Meminta BGN dan Korwil Sumenep Segera Mengambil Tindakan Tegas

Artinya, persoalan ini bukan insiden tunggal, melainkan indikasi kegagalan dalam pengendalian kualitas makanan secara menyeluruh. Bahkan dari sisi tampilan, menu yang disajikan juga memicu penolakan siswa.

“Keluhannya warna dari buah naga seperti ulat, jadi siswa menyebutnya ulat, padahal bukan ulat tapi mengelupas,” tuturnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa makanan tidak hanya bermasalah dari sisi keamanan, tetapi juga dari aspek penerimaan siswa dua hal yang sama-sama menjadi indikator keberhasilan program.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru