Usai Diprotes Soal Limbah, Kini Menu MBG SPPG Saronggi Kembali Disorot Diduga Berbau

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id — Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Saronggi di bawah naungan Yayasan Alif Batuputih kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya diprotes warga karena diduga membuang air limbah sembarangan ke selokan di depan lokasi, kini muncul keluhan baru terkait kualitas Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut berbau tidak sedap.

Keluhan tersebut merujuk pada pembagian menu MBG yang diterima siswa pada 10 Februari 2026. Sejumlah wali murid menyebut makanan berupa sayur dan ayam yang dibagikan pada hari itu diduga sudah tidak layak konsumsi karena mengeluarkan aroma menyengat dan tampak tidak segar.

Baca Juga :  Wali Murid Bongkar Dugaan Akal-Akalan SPPG Rubaru: Susu Langgar Aturan, Pengawasan Dipertanyakan?

Seperti diberitakan sebelumnya, program MBG di SPPG Saronggi telah menuai protes dari orang tua siswa. “Anak saya bilang ayamnya bau dan sayurnya sudah layu. Kalau makanan seperti ini tetap dibagikan, siapa yang bertanggung jawab jika anak-anak sampai sakit?” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa siswa disebut hanya mencicipi makanan sebelum akhirnya memilih tidak menghabiskannya karena mencium bau tidak sedap saat kotak makan dibuka di kelas. Peristiwa pada 10 Februari 2026 itu memicu kegelisahan di kalangan orang tua yang khawatir terhadap potensi dampak kesehatan bagi anak-anak mereka.

Baca Juga :  Di Balik Dalih “Evaluasi”, SPPG Pakamban Laok 2 Ternyata Disuspend BGN

Keluhan ini menambah daftar persoalan yang menyeret nama SPPG Saronggi. Sebelumnya, warga sekitar telah melayangkan protes karena aliran air limbah dari dapur produksi diduga dibuang langsung ke selokan yang melintas di depan lokasi sehingga menimbulkan keresahan lingkungan.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:02 WIB

Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:42 WIB

Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Berita Terbaru