Lebih mengkhawatirkan lagi, makanan basi berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa jika tetap dikonsumsi. Dalam konteks ini, kelalaian bukan lagi sekadar kesalahan teknis, tetapi menyangkut keselamatan penerima manfaat.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka program MBG berisiko kehilangan kepercayaan publik dan menyimpang dari tujuan utamanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Ganding di bawah Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU. Namun publik kini tidak lagi menunggu klarifikasi melainkan tindakan tegas.
Karena dalam program sebesar ini, satu hal yang tidak boleh terjadi adalah makanan untuk anak-anak tetap didistribusikan dalam kondisi tidak layak konsumsi bahkan setelah dilakukan sidak.









