Sumenep, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan sejumlah menu MBG tidak dikonsumsi oleh siswa di MTsN 3 Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Video yang tersebar di media sosial tersebut memunculkan berbagai tanggapan masyarakat, khususnya terkait tingkat penerimaan siswa terhadap menu MBG yang disajikan di lingkungan sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala MTsN 3 Saronggi, Didik Santoso, memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan bahwa tidak seluruh siswa menolak makanan dari Program Makan Bergizi Gratis.
“Dari total paket makanan yang dibagikan, hanya empat paket MBG yang dikembalikan karena tidak dikonsumsi oleh siswa penerima,” ujar Didik Santoso saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/12/2025).
Namun demikian, dokumentasi visual yang beredar menunjukkan kondisi yang berbeda. Dalam video tersebut tampak sejumlah paket MBG, berupa nasi dan lauk pauk, masih dalam keadaan utuh dan belum tersentuh. Makanan tersebut terlihat dikemas kembali, sehingga menimbulkan persepsi publik bahwa jumlah paket yang tidak dikonsumsi lebih dari yang disampaikan pihak sekolah.
Perbedaan ini diduga muncul akibat perbedaan sudut pandang dalam pendataan. Pihak sekolah menyebut paket yang benar-benar dikembalikan secara administratif, sementara video memperlihatkan makanan yang tidak dimakan seluruhnya atau hanya dikonsumsi sebagian oleh siswa.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai tingkat penerimaan siswa terhadap menu MBG yang disajikan. Fakta visual di lapangan menunjukkan bahwa sebagian siswa hanya mengonsumsi buah, sementara nasi dan lauk pauk tidak disentuh, meskipun tidak seluruh paket secara resmi dikembalikan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









