Mengaku dari Adira Finance, Tiga Oknum Debt Collector Diduga Lakukan Pemerasan Bermodus Tarik Motor

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Praktik penagihan utang kembali mencoreng dunia pembiayaan. Tiga oknum debt collector yang mengaku dari Adira Finance, masing-masing berinisial AR, DN, dan WN, diduga melakukan pemerasan terhadap masyarakat dengan modus ancaman penarikan sepeda motor kredit.

Peristiwa dugaan pemerasan tersebut terjadi di wilayah Jalan Raya Kebun Agung, Kabupaten Sumenep, pada sekitar pukul 08.00 WIB pagi, Sabtu (13/12/2025).

Menurut keterangan korban, aksi penagihan disertai ancaman itu berlangsung saat aktivitas warga mulai ramai, sehingga menimbulkan ketakutan dan tekanan psikologis tersendiri bagi korban.

Baca Juga :  Pengedar Sabu Beserta Puluhan Poket Berhasil Diamankan Satresnarkoba Polres Sumenep

Ketiga oknum debt collector tersebut meminta uang sebesar Rp 3 juta dengan dalih “pengamanan unit”. Ancaman dilontarkan secara terbuka: jika uang tidak diserahkan, sepeda motor akan langsung ditarik dan dibawa ke kantor Adira.

Lebih jauh, praktik yang dilakukan ketiganya tidak berhenti pada ancaman semata. Korban mengungkap adanya trik busuk dan manipulatif yang dilakukan para oknum debt collector tersebut. Masyarakat yang sedang kesulitan ekonomi dihasut untuk menggadaikan sepeda motornya sendiri, lalu uang hasil gadai diminta dan diserahkan kepada AR, DN, dan WN.

Baca Juga :  Dari Terdakwa Tipikor ke Kursi Kepala Diskominfo: Nama Indra Wahyudi Kembali Jadi Sorotan

Tindakan tersebut dinilai sebagai pemerasan terstruktur, memanfaatkan ketidaktahuan dan ketakutan masyarakat terhadap proses penagihan kredit. Penarikan kendaraan bermotor, sesuai aturan, tidak boleh dilakukan sembarangan, apalagi disertai permintaan uang tunai dan intimidasi.

“Ini bukan lagi penagihan, tapi sudah mengarah ke pemerasan. Kami diancam, dipaksa cari uang, bahkan disuruh menggadaikan motor,” ungkap salah satu korban yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Berita Terkait

Somasi Tak Digubris, Pemilik Akun TikTok @Juan Kurniawan Resmi Dilaporkan ke Polres Sumenep
Pasca Disuspend BGN, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kembali Disorot: Menu Minim, Transparansi Dipertanyakan
Sekolah Sudah Banyak Libur, MBG Baru Mau Dibagikan: Koordinasi SPPG Pakamban Laok 2 Dikritik
Diduga Hina Profesi Jurnalis, Akun Tik Tok @Juan Kurniawan Diminta Klarifikasi Terbuka atau Siap Hadapi Proses Hukum
Menu MBG SPPG Darul Arqom Diduga Busuk Lolos Distribusi, Warga Meminta BGN dan Korwil Sumenep Segera Mengambil Tindakan Tegas
Skandal Dugaan Setoran PKBM Garut Mencuat, Dana Diduga Mengalir ke Tipikor
SPPG Pakamban Laok 2 Disuspend BGN, Tokoh Pemuda Desak Audit Total Program MBG
Alarm Bahaya MBG di SPPG Lenteng Barat: Makanan Diduga Busuk Lolos dari Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:32 WIB

Somasi Tak Digubris, Pemilik Akun TikTok @Juan Kurniawan Resmi Dilaporkan ke Polres Sumenep

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Pasca Disuspend BGN, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kembali Disorot: Menu Minim, Transparansi Dipertanyakan

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:43 WIB

Sekolah Sudah Banyak Libur, MBG Baru Mau Dibagikan: Koordinasi SPPG Pakamban Laok 2 Dikritik

Senin, 9 Maret 2026 - 14:59 WIB

Diduga Hina Profesi Jurnalis, Akun Tik Tok @Juan Kurniawan Diminta Klarifikasi Terbuka atau Siap Hadapi Proses Hukum

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:54 WIB

Menu MBG SPPG Darul Arqom Diduga Busuk Lolos Distribusi, Warga Meminta BGN dan Korwil Sumenep Segera Mengambil Tindakan Tegas

Berita Terbaru