Menu Bermasalah Terungkap, Kepala SPPG Jambu Tak Mampu Paparkan Sertifikasi Dapur

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Keluhan wali murid terhadap layanan SPPG Jambu, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep Yayasan Matlabul Ulum belum mereda. Setelah beredarnya dokumentasi menu makanan berupa buah apel yang tampak keriput serta roti berjamur yang dibagikan kepada siswa, publik kini menyoroti respons Kepala SPPG Jambu, Moh. Anwar Effendy, yang dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Dalam keterangannya, Anwar mengakui adanya insiden tersebut dan menyebutnya sebagai bahan evaluasi internal.

“Alhamdulillah kasus kemarin jadi pelajaran terbaik juga bagi kami untuk evaluasi dari pihak internal sampai ke semuanya,” ujarnya saat dihubungi media, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga :  Roti Berjamur dan Apel Busuk Lolos Terealisasi, Kepala SPPG Jambu dan Food Handler Harus Bertanggungjawab 

Ia juga mengeklaim bahwa pihaknya telah melakukan perbaikan layanan, termasuk penambahan tenaga dapur.

“Alhamdulillah juga kita sudah ada penambahan chef. Kita sedang dalam perbaikan penuh. Alhamdulillah sudah berjalan cukup membaik sejauh ini,” katanya.

Namun, pernyataan tersebut justru dinilai terlalu normatif dan belum menjawab kegelisahan utama wali murid. Pasalnya, persoalan yang dipersoalkan publik bukan sekadar jumlah juru masak, melainkan standar keamanan pangan dan kompetensi tenaga pengolah makanan.

Baca Juga :  Temuan IWO Sumenep Soal MBG Jadi Alarm, Satgas Siap Sidak SPPG Bermasalah

Sorotan semakin menguat ketika Anwar tidak memberikan jawaban rinci saat ditanya mengenai sertifikat ahli gizi, kelayakan chef, serta standar food handler di SPPG yang dipimpinnya.

“Mohon maaf mas sebelumnya mungkin saya tidak bisa menjawab secara rinci di sini,” ucapnya.

Jawaban tersebut memunculkan tanda tanya besar. Di tengah kekhawatiran atas makanan yang dikonsumsi anak-anak, ketidakmampuan pihak pengelola menjelaskan standar teknis dan sertifikasi dinilai sebagai celah serius dalam tata kelola layanan.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru