SPPG Pakamban Laok 2 Disuspend BGN, Tokoh Pemuda Desak Audit Total Program MBG

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Penangguhan operasional empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, oleh Badan Gizi Nasional (BGN) memicu sorotan serius terhadap pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah suspend tersebut dinilai menjadi sinyal adanya persoalan serius dalam pelaksanaan program strategis nasional di lapangan. Pengawasan terhadap operasional SPPG pun dinilai perlu diperketat guna menjamin keamanan pangan bagi para siswa.

Empat SPPG di Sumenep yang saat ini berstatus suspend oleh BGN yakni SPPG Batang-Batang Daya 2, SPPG Pakamban Laok 2, SPPG Lenteng Timur 2, dan SPPG Dungkek Jadung.

Baca Juga :  Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Sebelumnya, berbagai persoalan sempat mencuat dalam distribusi MBG di lapangan. Salah satu yang paling banyak disorot terjadi di SPPG Pakamban Laok 2.

Sejak awal pelaksanaan program, sejumlah keluhan dari masyarakat dan pihak sekolah bermunculan terkait kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa. Bahkan terdapat laporan menu MBG yang diduga tidak layak konsumsi.

Tak hanya itu, sempat pula muncul laporan adanya siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan, seperti diare, setelah mengonsumsi makanan dari program MBG tersebut.

Baca Juga :  52 SPPG di Sumenep Langgar Kepmen 2760, Tak Satupun Miliki Uji Lab Air Limbah

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran para wali murid. Sebagian di antaranya bahkan menyampaikan keberatan terhadap distribusi makanan MBG di sekolah anak mereka.

Dalam salah satu temuan di lapangan, menu MBG berupa roti juga dilaporkan berada dalam kondisi berjamur saat dibagikan kepada siswa. Temuan itu semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terkait standar keamanan pangan dalam program MBG.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru