Dinilai Banyak Masalah, Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Dinilai Lepas Tanggung Jawab

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUMENEP, Jatimkita.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Pakamban Laok 2 kembali menuai sorotan. Kepala SPPG Pakamban Laok Yayasan Bumi Asfan Abadi yang akrab disapa Badri dinilai melanggar ketentuan pelaksanaan MBG setelah merealisasikan menu yang diduga tidak layak konsumsi, hingga memicu penolakan wali murid serta keluhan kesehatan berupa diare pada sejumlah siswa dan guru.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh wali murid dan pihak sekolah, yang menilai menu MBG yang disalurkan tidak sesuai standar keamanan pangan. Bahkan, sebagian wali murid secara terbuka menolak menu MBG kering yang dianggap tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak.

Baca Juga :  Namanya Masuk dalam Daftar Dua Kasus, Publik Tantang Indra Wahyudi Angkat Bicara 

Media ini telah konfirmasi langsung kepada Badri melalui pesan WhatsApp terkait keluhan tersebut. Namun, jawaban yang disampaikan dinilai tidak menjawab substansi persoalan.

Saat ditanya mengenai dugaan pelanggaran dalam realisasi menu MBG serta dampak kesehatan yang dialami siswa dan guru, Badri hanya menyampaikan jawaban singkat.

“Sudah dikonfirmasi ke PIC sekolah,” jawabnya, Sabtu (31/1/2026).

Media kemudian menegaskan bahwa konfirmasi yang dilakukan telah sesuai dengan pernyataan kepala sekolah, guru, dan wali murid, serta kembali meminta tanggapan resmi atas keluhan yang muncul.

Baca Juga :  Kembali Sajikan Menu MBG Tak Layak Konsumsi, SPPG Pakamban Laok 2 Membungkam Protes Wali Murid

“Sudah diselesaikan bersama sekolah mas terkait ompreng juga,” balas Badri.

Seraya meminta agar persoalan tersebut tidak diperkeruh. “Tolong jangan memperkeruh suasana, hubungan saya dengan PIC sekolah itu baik-baik saja,” ucapnya.

Sikap tersebut memicu kekecewaan wali murid. Mereka menilai SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi tidak menunjukkan tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan, baik dari sisi kesehatan penerima manfaat maupun evaluasi mutu menu MBG yang disalurkan.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru