SPPG Pakamban Laok 2 Disuspend BGN, Tokoh Pemuda Desak Audit Total Program MBG

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bisrie juga meminta KPPG tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap pengelola SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran serius.

“KPPG harus tegas. Jika ada pelanggaran fatal, sanksi harus segera dijatuhkan sebagai bagian dari fungsi pengawasan BGN,” katanya.

Ia juga mendorong SPPI untuk memperketat pengawasan operasional SPPG di daerah, termasuk memastikan seluruh persyaratan administratif dan sertifikasi telah dipenuhi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“SPPI harus memperketat pengawasan terhadap SPPG yang bermasalah, termasuk memastikan seluruh sertifikat dan persyaratan mereka lengkap,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Bongkar Dugaan Sejumlah SPPG di Sumenep Tanpa IPAL, Limbah Saronggi Jadi Bukti Nyatanya

Secara khusus, Bisrie juga menyoroti operasional SPPG Pakamban Laok 2 yang menurutnya paling banyak menuai keluhan dari masyarakat.

Beberapa persoalan yang mencuat di antaranya dugaan siswa dan guru mengalami diare, penolakan dari pihak sekolah dan wali murid, hingga temuan roti berjamur dalam paket menu MBG.

“Permasalahan ini sudah sangat fatal. Kalau berpotensi membahayakan siswa, SPPG Pakamban Laok 2 seharusnya tidak dibuka kembali sebelum semua persoalan diselesaikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Diduga Lari dari Tanggung Jawab, Kepsek SDN Juluk II Menghilang Saat Mau Dikonfirmasi Terkait Kasus Gangguan Pencernaan Siswa 

Ia juga menilai hingga saat ini masyarakat belum mendapatkan penjelasan terbuka terkait alasan suspend yang dijatuhkan BGN terhadap SPPG tersebut.

“Sampai sekarang belum ada keterbukaan terkait alasan suspend dari BGN. Bahkan ada siswa yang bingung karena di sekolah lain menerima MBG, sementara di sekolah mereka tidak,” tambahnya.

Bisrie juga mendesak pengelola SPPG Pakamban Laok 2 lebih transparan kepada publik terkait pelaksanaan program MBG yang mengacu pada kebijakan BGN.

Berita Terkait

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan
Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara
Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep
Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi
Fakta dari Camat dan Wali Murid Menguat, SPPG Syita Ananta dan Kepala Sekolah Dipertanyakan Publik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:02 WIB

Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Selasa, 28 April 2026 - 22:27 WIB

Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 24 April 2026 - 21:43 WIB

Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Jumat, 24 April 2026 - 15:26 WIB

Kasus Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Pengelolaan Dana Desa Bermasalah, Jadi Alarm Keras bagi Pemerintah Desa di Sumenep

Berita Terbaru