SUMENEP, Jatim Kita – Sikap Kepala Sekolah SDN Juluk II, Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Mahelli, kian menuai sorotan tajam. Ia terkesan lari dari tanggung jawab dan memilih bungkam atas dugaan kasus gangguan pencernaan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi menu MBG dari SPPG Syita Ananta Talang.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media bukan hanya sekali, melainkan dua kali dalam dua hari berbeda. Namun hasilnya sama: kepala sekolah tidak pernah berhasil ditemui.
Pada kunjungan pertama, kepala sekolah tidak berada di tempat. Tak hanya itu, koordinator MBG juga tidak dapat dimintai keterangan dengan alasan sedang mengajar di luar. Kondisi ini menunjukkan minimnya kesiapan pihak sekolah dalam memberikan klarifikasi atas persoalan serius yang menyangkut kesehatan siswa.
Keesokan harinya, awak media kembali mendatangi SDN Juluk II sekitar pukul 09.05 WIB. Namun situasinya tidak berubah. Kepala sekolah kembali tidak berada di sekolah, seolah menghindari tanggung jawab yang seharusnya diemban.
Ironisnya, suasana di lingkungan sekolah pun tak mencerminkan kesigapan menghadapi persoalan. Awak media yang sempat menunggu di depan kelas mendapati seorang guru berada di dalam kelas namun tampak sibuk bermain ponsel saat jam pelajaran berlangsung. Lebih disayangkan lagi, guru tersebut tidak menunjukkan itikad komunikatif terhadap kehadiran jurnalis yang hendak melakukan konfirmasi.
Informasi justru datang dari seorang siswa yang dengan polos menyampaikan bahwa kepala sekolah belum hadir.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









