SUMENEP, Jatimkita.id – Aroma persoalan kembali menyeruak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2 yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi resmi menghentikan sementara pengiriman MBG ke sejumlah sekolah di Kecamatan Pragaan, Madura, Jawa Timur.
Alasan yang disampaikan ke sekolah terdengar sederhana: evaluasi selama sepekan. Pemberitahuan itu dikirim melalui pesan singkat ke grup WhatsApp sekolah.
“Kami dari pihak dapur SPPG Pakamban Laok 2 ingin memberitahukan bahwasanya untuk satu minggu ke depan kami tidak ada pengiriman dikarenakan ada evaluasi,” tulis pihak dapur.
Di balik kata “evaluasi” yang terkesan administratif dan biasa saja, SPPG Pakamban Laok 2 ternyata masuk dalam daftar dapur yang disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN) RI. Artinya, penghentian ini bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan sanksi penghentian sementara akibat temuan serius dan berulang.
Sanksi tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah persoalan mencuat sebelumnya: dugaan makanan memicu diare pada siswa dan guru, penolakan dari wali murid RA, hingga temuan roti berjamur dalam paket MBG kering. Rangkaian kejadian ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang standar keamanan pangan dan pengawasan internal dapur.
Ketua Yayasan Bumi Asfan Abadi, Hendri, tak membantah fakta tersebut.
“Leres mas (benar mas terkena suspend, red),” ujarnya saat dikonfirmasi media, Senin (2/3/2026).
Pengakuan ini mempertegas bahwa istilah “evaluasi” yang disampaikan ke sekolah tidak sepenuhnya menggambarkan situasi sebenarnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









