SUMENEP, Jatimkita.id — Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Saronggi di bawah naungan Yayasan Alif Batuputih kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya diprotes warga karena diduga membuang air limbah sembarangan ke selokan di depan lokasi, kini muncul keluhan baru terkait kualitas Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut berbau tidak sedap.
Keluhan tersebut merujuk pada pembagian menu MBG yang diterima siswa pada 10 Februari 2026. Sejumlah wali murid menyebut makanan berupa sayur dan ayam yang dibagikan pada hari itu diduga sudah tidak layak konsumsi karena mengeluarkan aroma menyengat dan tampak tidak segar.
Seperti diberitakan sebelumnya, program MBG di SPPG Saronggi telah menuai protes dari orang tua siswa. “Anak saya bilang ayamnya bau dan sayurnya sudah layu. Kalau makanan seperti ini tetap dibagikan, siapa yang bertanggung jawab jika anak-anak sampai sakit?” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Beberapa siswa disebut hanya mencicipi makanan sebelum akhirnya memilih tidak menghabiskannya karena mencium bau tidak sedap saat kotak makan dibuka di kelas. Peristiwa pada 10 Februari 2026 itu memicu kegelisahan di kalangan orang tua yang khawatir terhadap potensi dampak kesehatan bagi anak-anak mereka.
Keluhan ini menambah daftar persoalan yang menyeret nama SPPG Saronggi. Sebelumnya, warga sekitar telah melayangkan protes karena aliran air limbah dari dapur produksi diduga dibuang langsung ke selokan yang melintas di depan lokasi sehingga menimbulkan keresahan lingkungan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









