Situasi ini menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih optimal, efektif, dan tepat sasaran, khususnya di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap program nasional tersebut.
Meski demikian, pihak sekolah menyatakan sikap terbuka terhadap kritik dan masukan. Didik Santoso berharap polemik ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap persoalan ini menjadi evaluasi bersama. Tujuan utama Program MBG adalah pemenuhan gizi anak-anak. Ke depan, kami berharap menu yang disajikan lebih variatif dan semakin sesuai dengan selera siswa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen MTsN 3 Saronggi untuk terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi peserta didik.
“Kami mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis dan berharap semua pihak dapat melihat persoalan ini secara utuh agar program ini terus berjalan lebih baik dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Program Makan Bergizi Gratis menjadi sorotan setelah video yang beredar luas memperlihatkan banyak menu MBG, berupa nasi putih, olahan telur, tempe, sayuran, dan buah pisang, dalam kondisi masih utuh.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sebagian siswa hanya mengonsumsi buah pisang, sementara nasi dan lauk pauk tidak disentuh, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait potensi pemborosan makanan apabila menu tidak sesuai dengan kebiasaan konsumsi siswa.
Halaman : 1 2









