“Kalau lihat yang diunggah, seolah menunya lengkap dan bergizi. Tapi yang diterima anak-anak tidak pernah seperti itu. Ini namanya publik dibohongi,” kata salah satu wali murid, Rabu (3/12/2025).
Sementara itu, seorang siswa yang enggan disebut namanya menyebut. “Di TikTok kelihatan enak, tapi yang kami dapat sedikit, lauknya kecil. Tidak sama dengan yang diposting,” ujarnya.
Dengan adanya perbedaan visual menu, pertanyaan besar pun muncul:
- Apakah foto yang diunggah hanyalah rekayasa untuk menaikkan citra?
- Apakah kandungan gizi yang ditulis benar-benar sesuai dengan porsi real yang diterima siswa?
- Ke mana hilangnya lauk tambahan seperti tempe goreng?
Kondisi ini semakin memicu sorotan tajam terhadap pengelolaan anggaran makan siswa, terutama jika porsi real jauh dari standar yang ditampilkan secara resmi.
Dinas terkait melakukan audit transparan terhadap menu harian di SPPG Guluk-guluk.
Ada pembuktian langsung bahwa apa yang dipublikasikan benar-benar sesuai di lapangan.
Adanya pertanggungjawaban dari pihak yayasan terkait dugaan manipulasi visual menu.
Halaman : 1 2









