Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎Jangan sampai masyarakat yang mengantre berjam-jam justru harus berhadapan dengan dugaan pembelian BBM dalam jumlah tertentu yang mekanismenya tidak jelas.

‎Salah seorang pengendara, Mufti Imam R, meminta persoalan tersebut tidak dianggap sepele dan segera ditelusuri pihak berwenang.

‎“Sekarang Pertalite sangat sulit didapat masyarakat. Kalau memang ada pengisian menggunakan jeriken dan jumlahnya banyak, harus jelas siapa yang membeli, untuk apa, dan apakah memiliki surat rekomendasi. Jangan sampai masyarakat harus antre berjam-jam, sementara ada pihak tertentu yang justru bisa mendapatkan BBM dalam jumlah banyak dengan cara yang tidak jelas,” ujarnya, Selasa (9/9/2026).

Baca Juga :  Kuasai ATM dan PIN Milik Salah Satu Warga Pakondang, Rahema Sebagai Ketua Kelompok Diduga Melakukan Pemotongan Bantuan PKH

‎Menurut Mufti, pengelola SPBU seharusnya dapat memberikan penjelasan mengenai aktivitas yang terekam dalam video tersebut. Apalagi, SPBU memiliki data transaksi dan sistem pengawasan yang dapat digunakan untuk mengetahui volume pembelian serta identitas kendaraan pada waktu kejadian.

‎Sorotan utama kini mengarah pada pengawasan penyaluran Pertalite di SPBU tersebut. Pihak pengelola maupun instansi terkait dinilai perlu memeriksa rekaman CCTV, data transaksi, volume pembelian, identitas kendaraan, tujuan penggunaan BBM, serta memastikan ada atau tidaknya Surat Rekomendasi apabila pembelian menggunakan jeriken memang diperuntukkan bagi sektor pengguna tertentu.

Baca Juga :  Warga Resmi Seret Kasus Pemotongan Bantuan PKH di Pakondang ke Meja Kejari Sumenep

‎Pemeriksaan tersebut penting untuk menjawab dugaan yang berkembang di masyarakat: apakah pengisian Pertalite ke jeriken tersebut merupakan pembelian yang sah sesuai ketentuan, atau justru terdapat indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran BBM penugasan?.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru