Sumenep, Jatimkita.id— Dugaan praktik pemotongan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, kini mencuat ke publik. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai melakukan pengecekan ke bank penyalur untuk mencetak rekening koran, setelah mencurigai adanya ketidaksesuaian antara nominal yang diterima dengan jumlah dana yang seharusnya masuk.
Berdasarkan pengakuan beberapa warga, terdapat perbedaan mencolok antara saldo bantuan di rekening mereka dengan uang tunai yang diberikan oleh pihak yang membantu proses pencairan.
“Setelah cek print out di bank, ternyata bantuannya jauh lebih besar dari yang kami terima,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya disamarkan.
Selisih Mencolok, Warga Mulai Angkat Suara
SM, warga Dusun Pakondang Daya, mengaku hanya menerima Rp800 ribu untuk periode September–November 2025. Padahal, catatan bank menunjukkan bantuan sebesar Rp3,45 juta.
KPM lainnya, HN, mengalami hal serupa. Ia menerima hanya Rp1,2 juta, sedangkan di rekeningnya tercatat Rp2,55 juta.
“Uang itu dikasih langsung oleh ketua kelompok (Rahema). Kami tidak pernah pegang struk ATM,” kata HN saat ditemui di rumahnya.
Situasi ini memicu keresahan yang meluas, mengingat dugaan praktik pemotongan diduga telah berlangsung lama tanpa diketahui secara menyeluruh oleh warga.
ATM Warga Diduga Dipegang Oknum
Dugaan lain muncul dari kasus seorang KPM berinisial S, warga Dusun Pakondang Tengah. Bantuan yang seharusnya diterimanya penuh diduga dipotong oleh oknum berinisial MH yang menguasai kartu ATM milik KPM.
Penulis : Dyt
Editor : Mufti Che
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









