“Kalau rakyat dilibatkan dalam pengawasan, kualitas pembangunan akan lebih baik dan penyimpangan anggaran bisa diminimalisir,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Lenteng Supardi hingga berita ini diturunkan belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media, termasuk melalui pesan WhatsApp, tidak mendapatkan respons sama sekali.
Kembalinya proyek-proyek misterius ini menambah daftar panjang persoalan transparansi pembangunan desa di Kabupaten Sumenep. Publik kini menunggu sikap tegas dari pemerintah daerah untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan secara terbuka dan bertanggung jawab.
Halaman : 1 2









