Kadinsos Sumenep Tegaskan Jangan Ada Alasan Apapun Bantuan PKH Tidak Boleh Ada Pemotongan dan Penguasaan ATM atau PIN 

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 00:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menegaskan tidak ada alasan apapun terkait pemotongan dan penguasaan kartu ATM serta PIN yang dilakukan orang lain kecuali KPM.

Polemik penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang terjadi dugaan pemotongan dana dan penguasaan kartu ATM serta PIN oleh seorang ketua kelompok PKH di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru. Hal itu sangat tidak dibenarkan bahkan tindakan tersebut sudah melawan hukum.

Baca Juga :  Tak Kapok Disanksi, SPPG Lenteng Timur 3 Bagikan Menu MBG Bau dan Blokir Kontak Wartawan Saat Konfirmasi

Rahema merupakan seorang Ketua kelompok yang dituduh menarik dan menguasai Kartu Keluarga Sejahtera/ATM beserta PIN ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sehingga pencairan dan jumlah yang sampai ke tangan penerima diduga tidak transparan sejak 2023.

Beberapa mantan KPM dan warga Pakondang mengaku kartu ATM serta PIN mereka dikumpulkan oleh Rahema dengan alasan mempermudah pencairan.

Namun sejumlah KPM menyatakan setiap kali pencairan mereka hanya menerima sebagian dari nominal yang seharusnya, ada yang menyebut potongan mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per keluarga selama beberapa kali penyaluran.

Baca Juga :  Pengedar Sabu Beserta Puluhan Poket Berhasil Diamankan Satresnarkoba Polres Sumenep

Ada pula laporan bahwa sebagian uang yang diduga hasil pemotongan sempat dikembalikan secara diam-diam.

Pihaknya mempersilakan korban untuk melaporkan ke aparat penegak hukum (APH) jika ditemukan kejanggalan atau pelanggaran prosedur.

“Kami akan membantu memfasilitasi proses pengaduan bila bukti lengkap diserahkan. Kalau sampai dana dipotong tanpa sepengetahuan penerima, itu sudah kelalaian yang berat,” kata Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin saat ditemui di Kantornya, Jum’at (14/11/2025).

Penulis : Dyt

Editor : Mufti che

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru