Menu MBG Dinilai Memalukan: Guru Sumenep Soroti Lauk Tak Layak dan Dugaan Makanan Basi

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik keras dari kalangan pendidik. Kali ini, sejumlah guru di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, menyoroti kualitas menu MBG yang dinilai tidak layak, minim gizi, dan jauh menyimpang dari tujuan awal pemenuhan nutrisi siswa.

Sorotan tajam muncul setelah siswa menerima paket MBG dengan lauk yang tidak jelas, tanpa disertai minuman atau susu sebagaimana dianjurkan Badan Gizi Nasional (BGN). Kondisi tersebut dinilai ironis dan berpotensi mengganggu kesehatan serta kenyamanan siswa di sekolah.

Baca Juga :  Diserah Secara Simbolis, Pemerintah Daerah Resmi Salurkan Bantuan 67,710 Ton Benih Jagung

“MBG semakin parah. Ini bahkan tidak ada susunya, minimal air minum. Anak-anak mau minum apa? Lauknya juga tidak jelas dan sama sekali tidak menggugah selera makan,” ujar seorang guru berinisial AS dengan nada kecewa, Sabtu (31/1/2026).

Keluhan tidak berhenti di situ. Guru juga mengungkapkan dugaan kualitas makanan yang bermasalah pada hari sebelumnya. Siswa disebut sempat menerima tahu krispi dengan rasa mencurigakan.

“Kemarin ada tahu krispi, tapi rasanya aneh, seperti sudah basi,” tambahnya.

Pada hari berikutnya, menu MBG kering yang dibagikan pun kembali menuai kritik. Dalam paket tersebut hanya berisi snack berbahan susu kemasan, roti, dan wafer instan. Menu ini dinilai asal-asalan dan tidak mencerminkan konsep makanan bergizi yang layak bagi siswa.

Baca Juga :  Disuspend Tak Bikin Jera, Menu Aneh MBG SPPG Yayasan Tarbiyatus Shibyan Dungkek Kini Tidak Dimakan Siswa

Padahal, menurut informasi yang diterima para guru, menu MBG seharusnya berbasis olahan UMKM lokal. Namun, realitas di lapangan justru sebaliknya.

“Katanya menu MBG harus olahan UMKM. Faktanya, yang dibagikan lagi-lagi susu cokelat kemasan, wafer, dan roti instan,” ujar guru lainnya.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru