“Kami sangat khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan siswa. Jika makanan yang disajikan tidak memenuhi standar kelayakan, tentu ini menjadi ancaman serius yang tidak bisa dianggap sepele,” tegasnya.
Saleh juga menyinggung adanya kesepakatan kerja sama yang menurutnya tidak dijalankan secara optimal oleh pihak penyedia layanan.
“Dalam perjanjian kerja sama sudah jelas ada standar yang harus dipenuhi. Namun, yang terjadi di lapangan tidak sesuai harapan. Kami berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengisyaratkan bahwa pihaknya mempertimbangkan langkah lanjutan apabila tidak ada perbaikan konkret dalam waktu dekat.
“Kami mengutamakan kesehatan siswa. Jika kondisi ini tidak segera dibenahi, tentu kami akan mempertimbangkan opsi lain demi memastikan siswa mendapatkan makanan yang lebih layak,” katanya.
Laporan tersebut menambah daftar perhatian terhadap pelaksanaan program MBG di daerah, Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa itu diharapkan berjalan sesuai standar dan prinsip kehati-hatian.
Para pelapor mendesak Satgas MBG Kabupaten Sumenep segera melakukan penelusuran lapangan, memverifikasi laporan, serta memberikan sanksi apabila ditemukan pelanggaran.
“Kami berharap Satgas MBG segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, dan mengambil tindakan tegas jika terbukti ada pelanggaran. Jika harus di Laporkan ke BGN kami Mohon kepada Satgas MBG Sumenep Segera Laporkan Ke BGN, Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa,” Tandasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









