Haul ke-48 KH. Abdul Mannan, Momentum Merawat Jejak Pengabdian dan Nilai Pendidikan

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Hidayatut Thalibin, KH. Naufal Mannan, menegaskan bahwa momentum haul menjadi sarana strategis untuk mempererat ikatan antar elemen pesantren sekaligus memperkuat komitmen pengabdian.

‎“Ini adalah kesempatan untuk menyatukan kembali keluarga besar pesantren yayasan, alumni, santri, dan masyarakat dalam satu semangat pengabdian,” ungkapnya.

‎Ia juga mengingatkan bahwa nilai haul tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus.

‎“Semangat ini harus terus dirawat. Para santri dan alumni harus kembali mengambil peran, melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, KH. Naufal Mannan menyoroti ajaran utama KH. Abdul Mannan yang menempatkan moralitas dan spiritualitas di atas intelektualitas semata, serta komitmen pengabdian tanpa batas.

‎“Beliau mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Prinsip ini menjadi fondasi dalam setiap langkah pengabdian,” paparnya.

‎Menurutnya, sistem pendidikan yang diwariskan juga menekankan keseimbangan antara ilmu dan praktik nyata dalam kehidupan.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Soroti Program MBG: Dugaan Makanan Tak Layak dan 90% Lokasi Tanpa IPAL

‎“Pendidikan bukan hanya soal memahami teori, tetapi bagaimana ilmu itu diamalkan. Dari santri hingga pengelola lembaga, semuanya dituntut untuk total dalam menjalankan peran,” ujarnya.

‎Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, akan terus menjadi pijakan dalam pengembangan program yayasan ke depan.

‎“Warisan terbesar beliau adalah nilai perjuangan dan pendidikan. Ini yang akan terus kami jaga dan kembangkan,” pungkasnya.

Berita Terkait

IWO Sumenep Buka Ruang Generasi Muda Madura Tampilkan Bakat dan Semangat Nasionalisme
‎Lewat JMS, Kejari Sumenep Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial
Dua Peristiwa Duka Iringi Pencairan BOSP PAUD, Mekanisme Disorot DPRD Sumenep
Muhri Apresiasi Kiprah GP Ansor di Usia 92 Tahun: Dari Aksi Nyata hingga Solusi Kebangsaan
Sinyal Hijau dari Pemerintah Pusat, Kini Giliran Daerah Wujudkan KEK Tembakau Madura
Pasca Telusuri Kasus MBG di Saronggi, Jurnalis Klaim Ada Indikasi Dugaan Pembungkaman
Pasca di Suspend, Dari Acar Basi ke Ulat di Sayur dan Sehelai Rambut di Nasi: SPPG Pakamban Laok 2 Abaikan Juknis MBG 

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:15 WIB

IWO Sumenep Buka Ruang Generasi Muda Madura Tampilkan Bakat dan Semangat Nasionalisme

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:23 WIB

Haul ke-48 KH. Abdul Mannan, Momentum Merawat Jejak Pengabdian dan Nilai Pendidikan

Rabu, 29 April 2026 - 18:21 WIB

‎Lewat JMS, Kejari Sumenep Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial

Senin, 27 April 2026 - 20:31 WIB

Dua Peristiwa Duka Iringi Pencairan BOSP PAUD, Mekanisme Disorot DPRD Sumenep

Jumat, 24 April 2026 - 21:12 WIB

Muhri Apresiasi Kiprah GP Ansor di Usia 92 Tahun: Dari Aksi Nyata hingga Solusi Kebangsaan

Berita Terbaru