Ompreng Tak Dijemput Berjam-jam Oleh SPPG Pakamban Laok 2, Kepala RA HT Bantah Klaim Penahanan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Kepala Raudlatul Athfal Hidayatut Thalibin (RA HT), Siti Maysaroh, mengamankan ompreng beserta paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) kering dari SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi, setelah bantuan tersebut ditolak seluruh wali murid dan tak kunjung dijemput oleh pihak penyalur.

Ompreng dan paket MBG itu kemudian dimasukkan ke dalam salah satu ruangan sekolah dan dikunci. Tindakan tersebut, kata Siti Maysaroh, murni demi keamanan dan tanggung jawab, bukan untuk menahan atau menyandera barang.

Ia menegaskan, tidak pernah ada niat sedikit pun dari pihak sekolah untuk menahan ompreng maupun paket MBG.

Baca Juga :  Kadinsos Sumenep Tegaskan Jangan Ada Alasan Apapun Bantuan PKH Tidak Boleh Ada Pemotongan dan Penguasaan ATM atau PIN 

“Saya menunggu penjemputan sampai pukul 12.30. Karena terlalu lama tidak dijemput dan saya khawatir keamanannya, akhirnya saya masukkan ke ruangan dan dikunci,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).

Ia menambahkan, pihak sekolah justru menunggu agar ompreng dan menu MBG yang ditolak wali murid segera diambil kembali oleh pihak terkait.

“Tidak ada niat menahan. Kami di sekolah bersama guru-guru lain menunggu. Bahkan kami ingin segera mengembalikan menu MBG kering yang jelas-jelas ditolak wali murid,” tegasnya.

Baca Juga :  Kerugian Negara Mencapai Rp500 Juta Lebih, Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya Terkait Dugaan Korupsi

Menurutnya, pengamanan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sebagai kepala sekolah agar barang yang tidak diterima wali murid tetap dalam kondisi aman.

“Ini murni tanggung jawab saya. Ompreng dan menu MBG itu tidak diterima wali murid. Kalau sampai hilang, siapa yang bertanggung jawab? Karena terlalu lama menunggu dan tidak ada penjemput, akhirnya saya dan guru-guru lain pulang. Saat saya kembali, mobil dari BGN sudah tidak ada,” jelasnya.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru