Diduga Lalai dan Kejar Untung, Menu MBG SPPG Jambu Dikecam Wali Murid

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 21:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin asupan sehat bagi anak sekolah justru memicu kemarahan wali murid. SPPG Lenteng Jambu disorot tajam setelah beredar luas foto dan komentar wali murid yang menunjukkan roti berjamur, buah nyaris busuk, serta telur dengan kualitas patut dipertanyakan, Senin (22/12/2025).

Temuan ini bukan insiden tunggal. Di kolom komentar media sosial, sejumlah wali murid mengaku anaknya menerima menu dengan kondisi serupa. Salah satu komentar menyebut, “Punya anakku telurnya busuk dan rotinya berjamur.” Komentar lain bahkan menyindir keras, “Ini yang dinamakan ambil untung banyak.”

Baca Juga :  MBG Berulat di SDN II Paberasan, SPPG Kolor 1 Diduga Lalai Penuhi Standar Keamanan Pangan

Pernyataan tersebut menyingkap dugaan kuat bahwa kualitas menu dikorbankan demi efisiensi biaya atau keuntungan, dengan anak-anak sekolah sebagai pihak yang paling dirugikan. Padahal, MBG adalah program strategis yang dibiayai negara dan menyangkut langsung kesehatan peserta didik.

Perbandingan dengan sekolah lain semakin memperkeruh situasi. Wali murid menilai menu MBG di Desa Jambu Kecamatan Lenteng jauh tertinggal dan memalukan.

Baca Juga :  Diserah Secara Simbolis, Pemerintah Daerah Resmi Salurkan Bantuan 67,710 Ton Benih Jagung

“Di sekolah lain anak-anak dapat roti gemuk, buah segar, di sini malah roti kering berjamur,” tulis seorang wali murid. Kritik ini secara tidak langsung menuding adanya standar ganda dalam pelaksanaan MBG, Senin (22/12/2025).

Lebih mengkhawatirkan, sebagian komentar menyoroti ketiadaan pengawasan mutu pangan. Buah keriput, apel dengan bercak mencurigakan, hingga susu dan roti yang diduga mendekati masa kedaluwarsa menimbulkan pertanyaan serius:

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru