Keluarga Pasien Meninggal di Puskesmas Bluto Walk Out dari Audiensi, Tuntut Pemecatan Kapus

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jatimkita.id — Keluarga pasien berinisial H yang meninggal di Puskesmas Bluto meluapkan kekecewaan mereka lantaran diduga terjadi keterlambatan pemberian surat rujukan. Bentuk kekecewaan tersebut diwujudkan dengan melakukan audiensi ke Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Jumat (28/11/2025).

Audiensi itu diterima oleh Kepala Bidang Pelayanan Dinkes P2KB yang hadir bersama dua stafnya. Sementara pihak keluarga pasien didampingi oleh LBH Taretan Legal Justitia. Pada awalnya, diskusi berjalan lancar dan terjadi saling adu data serta argumen antara kedua belah pihak.

Baca Juga :  SPPG Al-Azhar Dinilai Asal-asalan Menyajikan Menu, Guru Protes Tapi Tak Gubris 

Namun suasana mulai memanas ketika muncul sejumlah pernyataan dari pihak Dinkes yang dinilai tidak sejalan dengan temuan dan penjelasan keluarga. Ketegangan memuncak saat keluarga merasa tidak dihormati karena audiensi tidak dihadiri langsung oleh Kepala Dinkes P2KB. Akibatnya, mereka memilih untuk walk out.

“Pecat Kapus Puskesmas Bluto dan semua yang terlibat!,” teriak salah satu peserta audiensi sambil meninggalkan ruangan.

Baca Juga :  Listrik Padam Sejak Magrib, Warga Beringin Timur Kecewa Lambannya Respons PT. PLN (Persero) ULP Ambunten

Direktur LBH Taretan Legal Justitia, Zainorrozi, mengatakan bahwa audiensi digelar untuk mencari kejelasan atas proses medis yang dialami almarhum H sebelum dinyatakan meninggal.

“Namun karena tidak ditemui langsung Kepala Dinas, keluarga merasa kecewa dan akhirnya memilih walk out,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pelayanan Dinkes P2KB Sumenep, Siti Khairiyah, menyampaikan bahwa berdasarkan investigasi internal, penanganan pasien di Puskesmas Bluto dinilai sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Berita Terkait

RS Baghraf Health Care Resmi Layani BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Sumenep Kian Luas
Video Ungkap Banyak Menu MBG Tak Dikonsumsi, Sekolah Sebut Hanya Empat Paket Dikembalikan 
Menu Kering MBG SPPG Rubaru Disoal: Program Gizi Negara Terancam Jadi Formalitas Administratif
Menu MBG di MTsN Saronggi Ditinggalkan Siswa, Video “Mubadzir” Meledakkan Kritik Publik
Pernyataan Kontroversial Kepala SPPG Guluk-Guluk Dinilai Provokatif dan Berpotensi Langgar Aturan Presiden RI
SPPG Guluk-Guluk Diduga Bohongi Publik, Foto Menu di TikTok Tak Sesuai dengan Fakta di Lapangan
Sertifikat Chef, Ahli Gizi dan Food Handler MBG Guluk-guluk Dipertanyakan, Menu Ikan Selimut Tepung dan Kuah Daun Kelor Tuai Protes
Diterpa Kritik Tajam: Dapur MBG Nuris Dinilai Langgar Standar Sertifikasi Buah Mentah hingga Menu Tak Layak Terungkap

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:29 WIB

RS Baghraf Health Care Resmi Layani BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Sumenep Kian Luas

Senin, 15 Desember 2025 - 21:24 WIB

Video Ungkap Banyak Menu MBG Tak Dikonsumsi, Sekolah Sebut Hanya Empat Paket Dikembalikan 

Senin, 15 Desember 2025 - 13:51 WIB

Menu Kering MBG SPPG Rubaru Disoal: Program Gizi Negara Terancam Jadi Formalitas Administratif

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:46 WIB

Menu MBG di MTsN Saronggi Ditinggalkan Siswa, Video “Mubadzir” Meledakkan Kritik Publik

Sabtu, 6 Desember 2025 - 19:34 WIB

Pernyataan Kontroversial Kepala SPPG Guluk-Guluk Dinilai Provokatif dan Berpotensi Langgar Aturan Presiden RI

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB