SUMENEP, Jatimkita.id – Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep melontarkan desakan keras kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep agar segera mengambil langkah tegas atas dugaan intimidasi terhadap guru dalam pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program yang merupakan bagian dari kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, dinilai sebagai program yang sangat baik dan mulia. Namun, jika dalam pelaksanaannya justru diwarnai praktik intimidasi, maka hal itu tidak hanya mencederai pelaksanaan di daerah, tetapi juga berpotensi mencoreng wajah program di mata publik.
Imam Mustain Ramli, Ketua Ikatan Wartawan Online Sumenep mengungkapkan, bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah catatan terkait praktik intimidasi yang diduga dilakukan oleh oknum SPPG.
“Kami mengantongi catatan, ada beberapa SPPG yang melakukan intimidasi kepada guru yang mempublish pendistribusian Makan Bergizi Gratis. Kepada SPPG jangan sewenang-wenang, dengan alasan memberikan insentif kepada Koordinator sekolah. SPPG bisa melakukan intimidasi guru melalui kepala sekolah,’ ungkapnya, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, praktik semacam ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap program yang sejatinya membawa manfaat besar.
IWO Sumenep menegaskan bahwa guru harus berada dalam posisi aman dan tidak boleh ditekan dalam menjalankan fungsi pengawasan di lapangan.
“Kami secara tegas mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dan Kementerian Agama Sumenep untuk segera menerbitkan Surat Edaran resmi yang menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap praktik intimidasi dalam pendistribusian Makan Bergizi Gratis di sekolah. Guru tidak boleh dibungkam oleh tekanan apa pun dan harus dijamin keberanian serta perlindungannya untuk menyampaikan setiap temuan di lapangan,” tegasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









