IWO Sumenep Ultimatum Disdik dan Kemenag: Segera Terbitkan Surat Edaran, Hentikan Intimidasi Guru Saat Pendistribusian MBG

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 00:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Desakan ini menjadi penting agar program yang baik tidak kehilangan marwahnya akibat ulah oknum di tingkat pelaksana.

“Tidak ada ruang untuk intimidasi dalam pendistribusian Makan Bergizi Gratis. SPPG wajib bersikap profesional, dan guru harus tetap berani menyampaikan kebenaran tanpa rasa takut,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa jika intimidasi terus terjadi, maka yang dipertaruhkan bukan hanya teknis pelaksanaan, tetapi juga integritas program secara keseluruhan.

“Jika pendistribusian Makan Bergizi Gratis masih diwarnai intimidasi, maka yang dipertanyakan bukan hanya pelaksanaannya, tetapi juga integritas pelaksananya. SPPG dilarang keras menekan guru, dan guru tidak boleh takut bersuara atas setiap temuan,” ujarnya.

Baca Juga :  SPPG Pakamban Laok 2 Masuk dalam Daftar Suspend BGN

Dalam audiensi bersama IWO Sumenep, Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, turut menegaskan sikap keras terhadap praktik intimidasi tersebut.

“Kami mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dan Kementerian Agama Sumenep untuk segera menerbitkan Surat Edaran tegas. Tidak boleh ada intimidasi dalam pendistribusian Makan Bergizi Gratis. Guru harus dilindungi dan tidak boleh takut menyampaikan kebenaran,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa praktik intimidasi adalah bentuk penyimpangan serius yang mencederai tujuan program.

Baca Juga :  ‎Parade Teater Tutup Pekan Seni Madura X, Suguhkan Refleksi Lingkungan, Mimpi, dan Masa Depan Teknologi

“Program yang baik tidak boleh dikotori oleh praktik intimidasi. Guru tidak boleh takut, apalagi dipaksa diam,” tandasnya.

IWO Sumenep menilai, program mulia tidak boleh hanya menjadi klaim di atas kertas, sementara di lapangan justru bertolak belakang dengan semangat yang diusung. Jika praktik intimidasi terus dibiarkan, maka program yang digagas untuk kesejahteraan masyarakat tersebut berisiko kehilangan kepercayaan publik dan hanya menjadi slogan tanpa makna nyata di tengah kehidupan masyarakat.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru