Penggantian Roti Berjamur Dinilai Tambal Sulam, Guru Desak Evaluasi Total

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Dugaan roti berjamur dalam paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyeret nama SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi.

Meski pihak penyelenggara disebut telah mengganti roti yang bermasalah, langkah tersebut dinilai belum menyentuh akar persoalan, yakni lemahnya pengawasan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

Guru di Pragaan berinisial HN menegaskan, pergantian roti tidak serta-merta menyelesaikan masalah, apalagi jika menyangkut keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Baca Juga :  Sapa Warga Sumenep di Pantai Slopeng, Khofifah Hadirkan Bantuan Sosial dan Layanan Gratis

“Setelah ada temuan roti berjamur dalam paket MBG, lalu pihak SPPG Pakamban Laok 2 mengganti rotinya. Ini bukan soal mengganti lalu persoalan selesai, tapi bagaimana keamanan makanan bila hal ini terjadi akan menjadi racun bagi siswa-siswi,” katanya, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, insiden tersebut seharusnya menjadi alarm keras bagi pengelola agar memperketat pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan. Ia pun menyebut persoalan serupa bukan kali pertama terjadi.

Baca Juga :  Miris! SPPG Jambu Sajikan Roti Berjamur dan Apel Busuk, Aktivis Minta BGN Turun Tangan 

“Setelah diganti jangan menganggap masalah ini selesai. Ini bukan sekian kalinya SPPG Pakamban Laok 2 bermasalah, rasanya mereka masih lalai dalam mengawasi makanan yang layak dikonsumsi siswa. Jangan asal memberi saja cek sebelum dibagikan,” ujarnya.

Ia bahkan menilai lemahnya kontrol internal menunjukkan kegagalan dalam menjalankan amanah program pemerintah.

“Lemahnya pengawasan ini menjadi tanda bahwa SPPG Pakamban Laok 2 gagal dalam menjalankan program mulia Bapak Presiden,” tegasnya.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru