Puncak acara ditandai dengan prosesi wisuda yang berlangsung penuh haru. Dipandu oleh Avan Fathurrahman, satu per satu siswa dipanggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan. Prosesi diawali oleh wisuda 22 siswa TK PGRI Larangan Barma dan dilanjutkan dengan 31 siswa SDN Larangan Barma 1.
Suasana emosional tampak menyelimuti acara ketika sejumlah siswa melakukan sungkeman kepada guru dan orang tua sebagai bentuk penghormatan serta ungkapan terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan selama ini. Beberapa orang tua terlihat meneteskan air mata haru menyaksikan momen tersebut.
Sebagai penutup, tausiyah disampaikan oleh KH. Mohammad Ali Rifki Abdullah. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari akhlak dan adab yang dimiliki seseorang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setinggi apa pun pendidikan yang diraih, semuanya tidak akan membawa keberkahan tanpa adab dan akhlakul karimah. Menghormati orang tua dan guru merupakan kunci keberhasilan serta keberkahan hidup,” pesannya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Mohammad Ali Rifki Abdullah, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan lepas pisah dan wisuda yang berlangsung penuh makna, kebersamaan, serta harapan bagi masa depan generasi penerus bangsa.









