Warga Resmi Seret Kasus Pemotongan Bantuan PKH di Pakondang ke Meja Kejari Sumenep

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 17:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Seorang KPM yang ikut melapor menyatakan kesiapannya untuk memberikan kesaksian di hadapan penyidik Kejari.

“Kami siap bersaksi. Kami ingin uang bantuan untuk keluarga miskin benar-benar sampai kepada penerimanya. Sudah cukup kami dipermainkan,” tegasnya.

 

Terbongkar Setelah Cetak Rekening Koran: Selisih Bantuan Capai Jutaan Rupiah

 

Dugaan pemotongan dana PKH semakin menguat setelah sejumlah warga mencetak rekening koran sebagai langkah pembuktian. Hasilnya mengejutkan, karena dana yang tercatat masuk jauh lebih besar dibandingkan uang tunai yang mereka terima.

Baca Juga :  Dugaan Pemotongan PKH di Pakondang Mengendap, Warga Pertanyakan Keseriusan Kejari Sumenep

 

Beberapa temuan warga:

 

1. SM – Warga Dusun Pakondang Daya

Dana diterima: Rp800 ribu

Dana masuk rekening: Rp3,45 juta

2. HN – KPM Pakondang

Dana diterima: Rp1,2 juta,

Dana masuk rekening: Rp2,55 juta

 

HN mengaku tidak pernah memegang kartu ATM maupun struk pencairan.

“Yang pegang ketua kelompok. Kami cuma dikasih uang jadi, tidak pernah lihat bukti transaksinya,” jelasnya.

 

Penguasaan Kartu ATM: Dugaan Modus Lama

Baca Juga :  Kuasai ATM dan PIN Milik Salah Satu Warga Pakondang, Rahema Sebagai Ketua Kelompok Diduga Melakukan Pemotongan Bantuan PKH

 

Dugaan praktik penggelapan semakin kuat ketika mencuat kasus lain milik KPM berinisial S, warga Dusun Pakondang Tengah. ATM S diduga dikuasai seorang oknum berinisial MH. Dana yang diberikan kepada S: Rp2,1 juta

Dana masuk rekening: lebih besar dari jumlah tersebut. Setelah isu pemotongan ramai, MH tiba-tiba datang dan memberikan tambahan Rp2,5 juta, mengaku sebagai “bantuan susulan”. Warga menilai langkah tersebut sebagai upaya menutupi jejak.

 

Warga Mendesak Audit Menyeluruh

 

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru