Seorang KPM yang ikut melapor menyatakan kesiapannya untuk memberikan kesaksian di hadapan penyidik Kejari.
“Kami siap bersaksi. Kami ingin uang bantuan untuk keluarga miskin benar-benar sampai kepada penerimanya. Sudah cukup kami dipermainkan,” tegasnya.
Terbongkar Setelah Cetak Rekening Koran: Selisih Bantuan Capai Jutaan Rupiah
Dugaan pemotongan dana PKH semakin menguat setelah sejumlah warga mencetak rekening koran sebagai langkah pembuktian. Hasilnya mengejutkan, karena dana yang tercatat masuk jauh lebih besar dibandingkan uang tunai yang mereka terima.
Beberapa temuan warga:
1. SM – Warga Dusun Pakondang Daya
Dana diterima: Rp800 ribu
Dana masuk rekening: Rp3,45 juta
2. HN – KPM Pakondang
Dana diterima: Rp1,2 juta,
Dana masuk rekening: Rp2,55 juta
HN mengaku tidak pernah memegang kartu ATM maupun struk pencairan.
“Yang pegang ketua kelompok. Kami cuma dikasih uang jadi, tidak pernah lihat bukti transaksinya,” jelasnya.
Penguasaan Kartu ATM: Dugaan Modus Lama
Dugaan praktik penggelapan semakin kuat ketika mencuat kasus lain milik KPM berinisial S, warga Dusun Pakondang Tengah. ATM S diduga dikuasai seorang oknum berinisial MH. Dana yang diberikan kepada S: Rp2,1 juta
Dana masuk rekening: lebih besar dari jumlah tersebut. Setelah isu pemotongan ramai, MH tiba-tiba datang dan memberikan tambahan Rp2,5 juta, mengaku sebagai “bantuan susulan”. Warga menilai langkah tersebut sebagai upaya menutupi jejak.
Warga Mendesak Audit Menyeluruh
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









