Terbongkar Saat Live! SPPG Lebeng Timur Diduga Langgar Juknis MBG, Admin Panik Saat Susu Coklat Dipersoalkan

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tak lama setelah persoalan itu dipertanyakan dalam siaran langsung, live TikTok tersebut tiba-tiba di jeda oleh admin.

Langkah tersebut memunculkan dugaan bahwa pihak pengelola berusaha menghentikan siaran setelah menu yang dipersoalkan mulai menjadi perhatian penonton.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh jatimkita.id melalui WhatsApp Messenger, Nur Kholis selaku pihak di SPPG Lebeng Timur awalnya justru membantah penggunaan susu coklat. “Putih mas,” ujarnya singkat.

Namun ketika kembali dipertanyakan apakah benar susu yang digunakan adalah susu putih tanpa perasa, jawabannya mulai berubah.

Baca Juga :  Pendamping Persilahkan KPM Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pemotongan Bantuan PKH di Sumenep

“Itu kurangnya mas Malek yang coklat,” ujarnya dengan nada ragu.

Setelah terus didesak mengenai fakta yang muncul dalam siaran langsung tersebut, Nur Kholis akhirnya mengakui adanya kesalahan. “Siap salah mas,” ucapnya.

Peristiwa ini menambah daftar persoalan dalam implementasi program MBG di daerah. Program yang seharusnya dijalankan sesuai standar gizi dan petunjuk teknis pemerintah justru berpotensi menyimpang apabila pengelolanya tidak disiplin terhadap aturan.

Baca Juga :  Kasus Gadai Emas di Gayam Masuk Tahap Krusial, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Sikap awal yang terkesan mengelak serta keterangan yang berubah-ubah juga memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi pengelolaan program MBG di SPPG Lebeng Timur Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Jika dugaan pelanggaran terhadap SK 401.1 Tahun 2025 tentang juknis tata kelola MBG TA 2026 ini terbukti, maka pengawasan dari pihak berwenang menjadi sangat mendesak. Sebab program MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan kebijakan publik yang menggunakan anggaran negara dan menyangkut kualitas gizi masyarakat.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru