Siswa dan Guru Diare tidak Ada yang Bertanggungjawab, Dikritik Dihapus: SPPG Pakamban Laok 2 Memilih Pencitraan 

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menurutnya, sejumlah komentar wai murid yang menyampaikan keluhan secara sopan di akun TikTok SPPG Pakamban Laok 2 justru dihapus oleh admin.

“Kami menyampaikan keluhan dengan baik, bukan menghujat. Tapi komentar kami malah dihapus. Ini menunjukkan mereka tidak mau dikritik dan hanya ingin terlihat bagus di media sosial,” ujarnya dengan nada kesal.

MF menegaskan, penghapusan komentar bukanlah solusi, melainkan cerminan ketidakseriusan pengelola dapur dalam menyikapi persoalan yang menyangkut kesehatan anak-anak.

“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa komentar harus dihapus? Ini justru menimbulkan kecurigaan. Kami wali murid butuh kejelasan, bukan pencitraan,” tegasnya.

Situasi semakin memanas setelah menu MBG kering yang disalurkan oleh SPPG Pakamban Laok 2 ditolak secara massal oleh wali murid RA HT. Penolakan tersebut menjadi bentuk protes terbuka terhadap kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Pakamban Laok 2 belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya media untuk menghubungi pengelola juga tidak membuahkan hasil.

Baca Juga :  Pengawasan Tumpul, Kepala SPPI Koordinator Sumenep Dinilai Gagal Jaga Mutu MBG

Sikap diam dan tertutup ini semakin menguatkan kesan bahwa SPPG Pakamban Laok 2 abai terhadap kritik publik dan dinilai lepas dari tanggung jawab. Padahal, Program MBG menyangkut kebutuhan dasar dan keselamatan anak-anak, sehingga tidak dapat dijalankan dengan pendekatan seremonial maupun pencitraan semata.

Publik pun mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Pakamban Laok 2 yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi.

Berita Terkait

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut
Kasus Pemukulan Pria Asal Lenteng Naik Penyidikan, Polisi Kantongi Dua Alat Bukti ‎
Pimpinan BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Memilih Bungkam atas Dugaan Sengketa Gadai Emas Rp200 Juta Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:01 WIB

SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:55 WIB

Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman

Berita Terbaru

Opini

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 19:57 WIB