Selain itu, masyarakat juga mendesak agar pihak SPPG membuka secara transparan soal katering penyedia makanan. Roti berjamur yang dibagikan memunculkan dugaan bahwa katering tidak memenuhi standar keamanan pangan.
“Kami ingin tahu, kateringnya sudah bersertifikat atau belum? Jangan sampai demi mengejar anggaran, anak-anak dijadikan korban,” kata warga setempat.
Masyarakat menilai kejadian ini sebagai peringatan keras bahwa Program MBG tidak boleh dijalankan secara asal-asalan. Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap Kepala SPPG, food handler, serta pihak katering, termasuk sanksi tegas jika terbukti lalai.
“Jangan tunggu ada anak sakit dulu baru sibuk klarifikasi. Kepala SPPG dan food handler harus bertanggung jawab atas kelalaian ini,” pungkas warga.
Halaman : 1 2









