Pasca Kepala SPPG Rubaru Dinilai Cari Pencitraan, Wali Murid Keluhkan Makanan Basi hingga Kekhawatiran Anak Jadi “Uji Coba”

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masalah lain yang turut disorot adalah ketidaksesuaian antara porsi makanan yang dipublikasikan di media sosial dengan yang benar-benar diterima siswa di sekolah. Bahkan, porsi dinilai disamaratakan tanpa mempertimbangkan perbedaan jenjang pendidikan.

“Porsinya nasi kuning tidak sesuai dengan yang ada di medsosnya. Masak porsi yang dihidangkan disamaratakan dari MI sampai MA? Saya tahu betul karena anak saya menerima tiap hari,” ungkap Imam MR seorang wali murid diwawancarai, Senin (26/1/2026).

Baca Juga :  52 SPPG di Sumenep Langgar Kepmen 2760, Tak Satupun Miliki Uji Lab Air Limbah

Menariknya, para wali murid menegaskan bahwa biaya bukanlah persoalan utama. Mereka menyatakan lebih memilih membayar, selama keselamatan dan kualitas makanan anak-anak benar-benar terjamin.

“Jujur, lebih baik makan bayar, yang penting anak-anak selamat dari hal yang tidak diinginkan” tulis wali murid lainnya.

Situasi ini memperlihatkan jurang yang mencolok antara narasi pemberitaan yang sarat apresiasi dan realitas yang dirasakan langsung oleh wali murid. Pemberitaan sepihak yang hanya menonjolkan sisi positif dinilai berpotensi menyesatkan opini publik dan menutup ruang kritik yang sah.

Baca Juga :  Wali Murid Bongkar Dugaan Akal-Akalan SPPG Rubaru: Susu Langgar Aturan, Pengawasan Dipertanyakan?

Dalam persoalan yang menyangkut kesehatan dan keselamatan anak, suara wali murid bukan sekadar pelengkap, melainkan alarm sosial yang seharusnya ditanggapi secara serius, bukan ditutupi dengan pencitraan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dan terbuka dari pihak pengelola SPPG Rubaru terkait dugaan makanan basi, prosedur perubahan menu, standar uji kelayakan pangan, maupun mekanisme pengawasan mutu.

Berita Terkait

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan
Pengakuan Plin-plan Kepala SPPG Jambu Soal Sertifikat, Dapur MBG Terancam Langgar Aturan
Dana BUMDes Diduga Dibancak, Kades Meddelan Bungkam dan Blokir Wartawan
Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap
SPPG Saronggi Dinilai Abaikan Standar, Menu Bermasalah Dipertanyakan: Klaim SOP Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan
SPPG Rubaru Sertifikasi Bermasalah, Holik Klaim Hanya Fasilitator dan Tak Tahu Apa-apa
Diduga Sajikan Ayam Setengah Matang, Program MBG di Pragaan Bikin Siswa Diare
Menu Bermasalah Terungkap, Kepala SPPG Jambu Tak Mampu Paparkan Sertifikasi Dapur

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:45 WIB

Pasca Kepala SPPG Rubaru Dinilai Cari Pencitraan, Wali Murid Keluhkan Makanan Basi hingga Kekhawatiran Anak Jadi “Uji Coba”

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:43 WIB

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:35 WIB

Pengakuan Plin-plan Kepala SPPG Jambu Soal Sertifikat, Dapur MBG Terancam Langgar Aturan

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:04 WIB

Dana BUMDes Diduga Dibancak, Kades Meddelan Bungkam dan Blokir Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB