Dugaan Pemotongan PKH di Pakondang Mengendap, Warga Pertanyakan Keseriusan Kejari Sumenep

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Kalau hak orang miskin bisa dipermainkan tanpa konsekuensi hukum, lalu di mana keberpihakan negara?” katanya.

Ia juga menyoroti sikap tertutup aparat penegak hukum yang dinilai minim memberikan informasi kepada publik terkait perkembangan kasus. Kondisi tersebut memunculkan kesan bahwa laporan masyarakat diperlakukan setengah hati.

Imam, yang akrab disapa Imam Kachonk, mendesak Kejari Sumenep agar bekerja secara profesional, transparan, dan berani menindak siapa pun yang terbukti terlibat, tanpa pandang jabatan maupun posisi sosial.

Baca Juga :  Warga Resmi Seret Kasus Pemotongan Bantuan PKH di Pakondang ke Meja Kejari Sumenep

Tak berhenti di situ, ia menegaskan kesiapan warga untuk membawa kasus ini ke level yang lebih tinggi. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kementerian Sosial Republik Indonesia disebut akan menjadi tujuan pelaporan berikutnya apabila stagnasi penanganan terus berlanjut.

“Kami tidak akan diam. Ini menyangkut hak hidup masyarakat kecil. Siapa pun yang bermain dengan bantuan sosial harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kejaksaan Negeri Sumenep belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penanganan laporan dugaan pemotongan dan penggelapan dana PKH di Desa Pakondang. Redaksi masih berupaya meminta klarifikasi demi menjaga prinsip keberimbangan.

Baca Juga :  Pengawasan Tumpul, Kepala SPPI Koordinator Sumenep Dinilai Gagal Jaga Mutu MBG

Sebelumnya, pada Senin, 24 November 2025, sejumlah warga Desa Pakondang secara resmi mengajukan pengaduan masyarakat (Dumas) ke Kejari Sumenep. Laporan tersebut disampaikan oleh Imam Mustain R bersama beberapa KPM yang mengaku menjadi korban pemotongan dana PKH yang diduga telah berlangsung selama beberapa tahun.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru