Dinsos Pilih Tutup Mata Penyaluran Bantuan modal UMKM Rp3 Juta Diduga Ada Praktik Pungli

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Program bantuan sosial yang semestinya menjadi penopang ekonomi masyarakat rentan kembali tercoreng. Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, penyaluran Program Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP JAWARA) dan Program Jatim Puspa diduga diwarnai praktik permintaan uang oleh oknum petugas.

Dugaan tersebut mencuat dari pengakuan salah satu penerima bantuan yang menyebut dimintai uang sebesar Rp500 ribu setelah dana bantuan dicairkan. Permintaan itu, menurutnya, tidak pernah disampaikan sejak awal proses penyaluran.

Baca Juga :  Umbul-Umbul Nasdem Membahayakan Pengendara: Panitia Dinilai Abai dan Ceroboh

Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep pada Selasa (16/12). Dalam program KIP JAWARA, setiap penerima memperoleh modal usaha sebesar Rp3 juta, sementara Jatim Puspa disalurkan dalam bentuk barang modal untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan.

“Saya tidak pernah diberi tahu sebelumnya kalau ada biaya atau komisi. Setelah dana cair, baru ada permintaan seperti itu,” ujar penerima bantuan tersebut kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).

Pengakuan ini menimbulkan dugaan adanya praktik pungutan di luar mekanisme resmi program. Terlebih, permintaan uang disebut muncul setelah bantuan diterima, sehingga memunculkan kesan adanya tekanan terselubung terhadap penerima.

Baca Juga :  SPPG Rubaru Sertifikasi Bermasalah, Holik Klaim Hanya Fasilitator dan Tak Tahu Apa-apa

Penerima bantuan itu juga mengaku berada dalam posisi serba salah. Sebagai masyarakat kecil, ia merasa takut menolak permintaan tersebut karena khawatir akan berdampak pada akses bantuan di kemudian hari.

“Kami ini orang kecil. Kalau diminta seperti itu, bingung harus menolak atau bagaimana, takut nanti bantuan ke depannya jadi bermasalah,” tuturnya.

Berita Terkait

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan
Pengakuan Plin-plan Kepala SPPG Jambu Soal Sertifikat, Dapur MBG Terancam Langgar Aturan
Dana BUMDes Diduga Dibancak, Kades Meddelan Bungkam dan Blokir Wartawan
Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap
SPPG Saronggi Dinilai Abaikan Standar, Menu Bermasalah Dipertanyakan: Klaim SOP Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan
SPPG Rubaru Sertifikasi Bermasalah, Holik Klaim Hanya Fasilitator dan Tak Tahu Apa-apa
Diduga Sajikan Ayam Setengah Matang, Program MBG di Pragaan Bikin Siswa Diare
Menu Bermasalah Terungkap, Kepala SPPG Jambu Tak Mampu Paparkan Sertifikasi Dapur

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:43 WIB

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:35 WIB

Pengakuan Plin-plan Kepala SPPG Jambu Soal Sertifikat, Dapur MBG Terancam Langgar Aturan

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:04 WIB

Dana BUMDes Diduga Dibancak, Kades Meddelan Bungkam dan Blokir Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ngaku Sesuai SOP ke Media, Kepala SPPG Legung Barat Akui Sertifikat Belum Lengkap

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:30 WIB

SPPG Saronggi Dinilai Abaikan Standar, Menu Bermasalah Dipertanyakan: Klaim SOP Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan

Berita Terbaru

Hukum

Proyek Siluman Kembali Gentayangan di Desa Meddelan

Minggu, 25 Jan 2026 - 14:43 WIB