Diduga Tak Penuhi Standar Pangan, Menu MBG SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Jatimkita.id – Dugaan bermasalahnya Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Pakamban Laok 2, di bawah pengelolaan Yayasan Bumi Asfan Abadi, kian menguat. Tidak hanya siswa, sejumlah guru di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilaporkan turut mengalami diare setelah mengonsumsi menu MBG yang sama.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 21 Januari 2026. Berdasarkan penelusuran Seputar Jatim, seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami gangguan pencernaan serius usai menyantap MBG yang dibagikan di sekolah.

Baca Juga :  SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Guru tersebut menduga menu ayam bakar yang disajikan dalam paket MBG berada dalam kondisi kurang matang. Ia menilai hal itu sebagai penyebab utama diare yang dialami siswa maupun guru.

“Tidak hanya siswa yang mencret, guru juga mengalami hal yang sama. Guru kan juga menerima MBG,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Ia mengungkapkan, awalnya tidak langsung mengaitkan gangguan kesehatan yang dialaminya dengan makanan tersebut. Namun, setelah muncul pemberitaan mengenai sejumlah siswa yang mengalami diare, barulah ia menyadari adanya keterkaitan dengan MBG yang dikonsumsi.

Baca Juga :  Masa Lalu Korupsi Kembali Mencuat, Kepala Diskominfo Sumenep Pernah Duduk di Kursi Terdakwa

“Saya sampai bolak-balik ke WC. Baru sadar setelah membaca berita siswa mencret. Ternyata setelah makan MBG itu, ayamnya memang terasa kurang matang,” tuturnya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan guru dan wali murid. Pasalnya, program MBG seharusnya melalui proses pengolahan yang memenuhi standar keamanan pangan, mengingat makanan tersebut dikonsumsi langsung oleh siswa dan tenaga pendidik.

Berita Terkait

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu
Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan
Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian
Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional
BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG
SPPG Tanjungjaya Disorot! Limbah Busuk Diduga Cemari Permukiman, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Warga Dianiaya, Kuasa Hukum: Negara Tak Boleh Kalah oleh Preman
Diduga Gadaikan Mobil Masih Kredit, Seorang Perempuan Dilaporkan ke Polres Garut

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Geger! Perawat Aktif Puskesmas Dasuk Terseret Kasus Dugaan Peredaran Sabu

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

Warga Antre Berjam-jam, Pertalite Malah Masuk Jeriken di Dalam Mobil Avanza: SPBU Kolor Dinilai Langgar Aturan

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:46 WIB

Sejumlah THM Diduga Masih Beroperasi, Lakpesdam NU dan LPBH NU Desak Pemkab Sumenep Bertindak; Siap Tempuh Aksi Jika Tak Ada Kepastian

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:14 WIB

Lakpesdam dan LPBH PCNU Sumenep Desak Pemkab Tutup Tempat Usaha yang Diduga Menyimpang dari Izin Operasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:35 WIB

BGN Hentikan Operasional 16 SPPG di Sumenep, IPAL Bermasalah Ancam Keamanan Pangan MBG

Berita Terbaru