Apakah menu ini benar-benar lolos pengecekan sebelum dibagikan ke anak?
Jika dugaan ini benar, maka persoalannya bukan lagi soal “kurang enak” atau “tidak sesuai selera”, melainkan potensi kelalaian serius yang membahayakan kesehatan anak. Memberikan makanan tidak layak konsumsi kepada siswa adalah bentuk pengabaian tanggung jawab publik.
Hingga kini, tidak terlihat adanya klarifikasi terbuka atau permintaan maaf resmi dari pihak pengelola SPPG Lenteng Jambu. Sikap diam ini justru memperkuat kecurigaan publik bahwa keluhan wali murid tidak dianggap penting, atau lebih buruk lagi, dianggap biasa.
Para wali murid menuntut audit menyeluruh, mulai dari:
- asal bahan pangan,
- proses pengolahan,
- standar kebersihan dapur,
- hingga penggunaan anggaran MBG.
Tanpa transparansi dan tindakan tegas, MBG berisiko berubah dari program pemenuhan gizi menjadi contoh nyata kegagalan pengawasan dan moral hazard di lapangan.
Kasus di Lenteng Jambu ini menjadi alarm keras. Jika anak-anak saja berani diberi makanan diduga berjamur dan busuk, lalu di mana letak tanggung jawab penyelenggara?
Halaman : 1 2









