Garut, Jatimkita.id – Ketegangan dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Forum Komunitas PKBM Kabupaten Garut semakin memanas. Sejumlah laporan yang masuk dari panitia dan pendukung calon nomor urut 2, Elsa Wiganda, mengungkap dugaan intervensi dan praktik keberpihakan yang dinilai mencederai proses demokrasi di lingkungan organisasi pendidikan tersebut.
Pihak Elsa menilai sejak awal terdapat upaya sistematis yang menghambat ruang komunikasinya, termasuk ketidakterlibatannya dalam sebuah pertemuan penting dengan Ketua DPW Jawa Barat. Sebaliknya, calon lain hadir bersama mantan ketua forum berinisial H, yang diduga mengarahkan alur komunikasi secara sepihak.
Beberapa panitia mengaku kepada wartawan bahwa Elsa dianggap “tidak sejalan” dengan mantan ketua forum sehingga tidak memperoleh akses yang sama. Sumber internal bahkan menyebut Elsa dinilai sulit “dikendalikan”, sementara sejumlah unsur pemerintah daerah justru memberikan dukungan moral karena menilai rekam jejaknya bersih dan profesional.
Situasi makin keruh setelah muncul dugaan “cawe-cawe” seorang oknum ASN P3K berinisial D, yang disebut menjabat sebagai Sekretaris Umum FK PKBM Garut. Oknum tersebut dituding mendorong panitia agar meloloskan calon tertentu dan dikaitkan dengan isu adanya janji “nominal” guna mempengaruhi proses Musda.
Informasi lanjutan menyebut D—yang diduga merupakan bawahan seorang pejabat di dinas pendidikan—turut melakukan “pengondisian” ke lapangan untuk memengaruhi dinamika pemilihan.
Hingga kini, seluruh dugaan tersebut masih berupa klaim yang membutuhkan klarifikasi resmi, namun rangkaian laporan yang masuk menunjukkan adanya keganjilan dalam proses Musda.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









