Kekecewaan wali murid juga meluas ke media sosial. Pada kolom komentar salah satu unggahan pemberitaan MBG Saronggi, akun abidaqilshop menuliskan keluhannya:
“Tolong dong kasih menu yang masuk akal di bajetnya… kemarin juga nanas banyak yang busuk yang diterima siswa.”
Komentar bernada sindiran juga disampaikan akun Bunda Wardah, yang mempertanyakan mutu menu MBG dibandingkan masakan sederhana rumahan.
Komentar-komentar tersebut memperkuat anggapan bahwa persoalan kualitas menu MBG di Saronggi bukan insiden tunggal, melainkan keluhan kolektif yang dirasakan langsung oleh siswa dan orang tua.
Masyarakat dan wali murid mendesak agar pengelola MBG segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya pada aspek pengawasan bahan makanan dan kelayakan konsumsi.
“Kami tidak menuntut menu mewah. Yang kami minta sederhana: makanan bersih, segar, dan aman untuk anak-anak,” pungkas wali murid.
Keluhan ini menjadi peringatan serius bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak cukup diukur dari jumlah paket yang dibagikan, tetapi dari kualitas, keamanan, dan pengawasan yang bertanggung jawab.
Halaman : 1 2









